Memperingati Hari Perempuan Internasional

SEBUAH PARADIGMA BARU TENTANG ABORSI

Rido Maulana *

*)Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta angkatan 2009

*)Anggota BAPIN-ISMKI periode 2010-2011

Setiap tahun 42 juta (22%) perempuan melakukan aborsi. 19 juta-nya dilakukan secara ilegal. Dan 68 ribu perempuan di setiap tahun meninggal akibat komplikasi aborsi tidak aman. Kebanyakan perempuan di Indonesia yang melakukan aborsi adalah perempuan yang sudah menikah dan berpendidikan, tetapi melakukan aborsi karena kegagalan kontrasepsi.

Perempuan merupakan sosok pemimpin yang baik, ini tercermin ketika perempuan berperan sebagai ibu untuk memimpin dan mendidik anak-anaknya agar berguna bagi nusa dan bangsa. Terlepas dari itu semua, dalam menginjak ulang tahun ke-100 Hari Perempuan Internasional ini sangatlah penting bagi kita semua untuk menyadari betapa besarnya peran perempuan dalam kemajuan bangsa Indonesia ini. Tetapi, masih banyak hak-hak perempuan yang masih belum dipenuhi dibangsa ini. Salah satu contohnya adalah kekerasan seksual terhadap perempuan, hal ini membuat rusaknya hidup perempuan tersebut yang sangat berarti bagi masa depannya. Akibatnya,  banyak perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak dikehendaki. Hal ini membuat kaum hawa terpaksa melakukan tindakan yang tidak etis dengan mengakhiri kelangsungan hidup sang janin secara paksa melalui Aborsi. Menurut data WHO diketahui bahwa di seluruh dunia, setiap tahunnya diperkirakan ada sekitar 15 juta remaja yang mengalami kehamilan. Sekitar 60% di antaranya tidak ingin melanjutkan kehamilan tersebut dan berupaya mengakhirinya.

Rekan Kinga dari WOW, Susan Davies menggambarkan fakta Indonesia yang memiliki tingkat aborsi sangat tinggi. Sekitar 2 juta aborsi terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Kebanyakan dilakukan perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak. Faktor ekonomi dan banyak anak menjadi alasan yang umum. Permasalahannya, banyak aborsi dilakukan oleh tenaga tidak terampil dan mahal. Keadaan ini membuat perempuan rela melakukan apa saja, padahal sangat memungkinkan terjadinya komplikasi pendarahan hingga kematian.

Lebih jauh WOW menjelaskan umumnya masyarakat di negara yang melarang aborsi belum menyadari bahwa sesungguhnya aborsi selalu diperlukan. Akan selalu ada keadaan perempuan yang kehamilannya tak direncanakan (KTD). Meskipun perempuan menggunakan beberapa bentuk kontrasepsi, tetap memungkinkan terjadinya kehamilan. Bahkan dengan menggunakan metode terbaik seperti pil kontrasepsi yang kemungkinan gagalnya mencapai 2% per tahun. Kebanyakan perempuan di Indonesia yang melakukan Aborsi adalah perempuan yang sudah menikah dan berpendidikan, tetapi melakukan aborsi karena kegagalan kontrasepsi.

 

Gambar 1- Pil Kontrasepsi Oral

Meskipun perempuan menggunakan beberapa bentuk kontrasepsi, tetap memungkinkan terjadinya kehamilan. Bahkan dengan menggunakan metode terbaik seperti pil kontrasepsi yang kemungkinan gagalnya mencapai 2% per tahun. Kebanyakan perempuan di Indonesia yang melakukan Aborsi adalah perempuan yang sudah menikah dan berpendidikan, tetapi melakukan aborsi karena kegagalan kontrasepsi.

Penanganan KTD bisa dilakukan dengan cara penggunaan pil bernama misoprostol. Pil dengan merek dagang Cycotec, Nopostrol, Gastrul, Cirisol dan Chromalux ini, dijelaskan oleh WOW dapat digunakan dalam penanganan KTD aman secara mandiri, tanpa melalui bantuan tenaga medis. Berdasarkan riset Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan misoprostol sebagai metode aborsi memiliki tingkat keberhasilan hingga 90%.

Gambar 2 – Penggunaan Misoprostol di Dunia

Informasi ini semakin penting di negara yang belum bisa terbuka dalam memberikan pelayanan aborsi yang legal dan aman. Kelengkapan dan dipercayannya informasi harus didapatkan semua perempuan sebagai hak asasinya, untuk memutuskan pilihan diri dan kesehatannya.

Susan melengkapi acuan hak asasi perempuan tersebut. Sebagai anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (UN), Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menghormati dan melaksanakan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR). Hak asasi manusia (HAM) tersebut telah ditetapkan di Indonesia dalam Undang-Undang Nomor 39/1999 tentang HAM. Di antara tuntutan HAM tersebut ada hak hidup dan hak kesehatan yang meliputi kesehatan fisik, mental dan reproduksi.

 

Gambar 1 – Senyum anak anda adalah masa depan bangsa

Daftar Pustaka

  1. Fakta dunia ini dikemukakan oleh Women on Web (WOW) dalam diskusi “The live-saving potential of Misoprostol in Indonesia”, Senin (24/1) di kantor Yayasan Jurnal Perempuan, Jakarta.
  2. http://www.guttmacher.org/pubs/2008/10/15/Aborsi_di_Indonesia.pdf-Aborsi Di Indonesia
  3. Usep Hasan S.2011.Aborsi Aman sebagai Hak Perempuan. Jurnal Perempuan


3 thoughts on “Memperingati Hari Perempuan Internasional

  1. waduh2…. iya nih aborsi memang jadi paradigma bgt jaman skrg… emang sebuah pilihan yang sangat berat dan dilema juga sih… heheh

    btw makasih ya artikelnya… ^^ keep posting… sukses selalu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s